My Cousin? Really? - Sunrise #3
Yang kedua disini Sunrise #2
My Cousin? Really?
Sunrise #3
Si Sunrise chat aku duluan, ehem tumben? Eh sering dulu mah. Dia komentar soal foto profil yang kupasang yaitu seorang laki-laki (tentu dia kenal) panggil saja dia mal, walau mungkin bisa tapi sudah sudah kubilang itu hanya sebatas hampir.
Kabarnya, akun milik si Sunrise dia jual gak tau kesiapa dan dia sudah gak punya akun dan akan buat akun baru. Nah pas suatu saat dia buat grup chat X namanya asli X tanpa sensor. Isinya aku, Sunrise dan satu sahabat karibku yang pernah ia keluarin dari squad.
Aku minta si Sunrise buat jadiin aku admin dan jadilah aku admin, aku masukin temen aku yang kita sebut saja sepupu 😂 . Sepupuku itu orangnya ngehumor banget dan aku gak mau ceritain tentang dia karena ini bukan tulisan tentang dia ^_^
Nah suasana grup jadi gaduh banget dan pas disaat itulah aku suka ngobrol rame banget bahkan sampai mabar sama akun baru bareng bareng. Yang suka ngeluh pas pake voice juga dia langsung pake voice chat, tumben.... Sunrise muji-muji sepupuku katanya mainnya bagus ehem caper. Kalo aku yang main bagus mah gak bakal mungkin mungkin dia bakal pergi buat afk 😌 biar mvpku jadi kekalahan, kapan sih dia mau nerima kalo aku juga bisa pro. Tapi pro tidak diakui oleh diri sendiri ya...
Aku kurang antusias sama akun baru soalnya akunku aja udah banyak—itupun akun ku yang keempat dan baru seminggu buat juga sudah ditinggalkan tak kuurus 😂 .
Lama-kelamaan rasanya ada yang aneh sama grup chat ini, si Sunrise kayaknya makin suka banget sama sepupuku ini. Apa dia gak tau kalo sepupuku ini udah punya pacar, aku gak peduli sih kalo sepupuku lebih tua, tapi si Sunrise ini jauh banget dari tipe sepupuku.
Sunrise bahkan add fb sepupu and kirim pesan "bebeb" ke dia, what?! Uh shock sih—dia malu maluin aja, chat gak apa-apa tapi itu apa-apaan. Terus dia juga pernah buat foto surat undangan pernikahannya sama sepupuku aku tau emang bercanda tapi si Sunrise aku tau dia udah punya rasa.
Liat itu aku jadi cuma suka ngetik "Anjay" dan seterusnya aku gak pernah anggap tuh si Sunrise apalagi pc dia tapi masih sering pc-an 1-3 pesan. Nah ada suatu kejadian pas waktu itu temen-temenku marahin dia gara-gara aku nangis gara-gara temenku yang lain, haduh gaswat aku gak mau bahas hal itu. Tapi sudahlah aku gak bisa tutup mulut 2 sahabatku ini they is strong person who can against everyone.
Sunrise gak ngerti ada apa, iyalah orang gak di jelasin langsung dimarahin, aku bela si Sunrise karena dia emang gak tau apa-apa tapi 2 orang ini bakal ngira apa, haduh jadi aku cuma diam. Ada rasa bersyukur juga bahwa aku dapet sahabat kayak mereka, mereka peduli walau kadang ada saat-saat nyeselinnya tapi mereka one of best part in my life :')
Gak berlangsung lama grup chatnya lama kelamaan sepi seperti grup chat biasanya, aku memang sudah jarang muncul lagi juga gak anggap lagi si Sunrise di grup chat, aku gak nongol otomatis 2 sahabatku ini gak bakal nongol.
Nah pas di hari terakhir sekolah di semester 1 kami mengobrol bertiga, mengobrol tentang kami dan pemikiran kami bertiga. Aku mendengar cerita tentang keluarga, dia hampir menangis jika membahas tentang keluarga. Seperti saat itu juga guru kami menceritakan tentang keluarga dia menangis. Ada batasan untukku bahwa aku tidak boleh menanyakan urusan pribadinya.
Lepas dari cerita itu, aku menceritakan bahwa dia mendekati sepupuku nyaris temanku yang satu ini terkejut juga mungkin akan merasa tidak aneh jika Sunrise bisa suka pada sepupuku.
Sunrise sepertinya tidak suka jika aku membuka hal yang ini dia terlihat malu karena terus menunduk di bahu temanku. Aku pikir itu tidak akan memukul saat keras mengingat pada siapa aku bercerita, mendengar pengakuan malunya ya ... Entah kenapa aku merasa tidak punya simpati sama sekali.
Jujur saja, bahwa aku sudah menyimpulkan tentang prilakunya itu yang ku jadikan sifat buruk. Dia sama saja SAMA SAJA disaat awal saja aku sudah dititik mundur untuk membuat jarak antara kami. Kembali ke alasan yang sama jadianlah dengan orang yang tidak ku kenal jika terlanjur bilang seengaknya harus diterima. Bukan masalah iri atau apapun hanya saja aku tak ingin terpaksa harus tertawa ketika mendengarkan cerita lucu sepupuku tentang kelakuanmu. What should I say that so confusing
Setelah itu, setelah lamanya si Sunrise menunduk di bahu temanku, Sunrise di tanya tentang hubungannya dengan leader dia menceritakan tentang mereka putus, putus chat maksudnya karena ponsel si leader gak bisa ia pake aku lupa lagi kenapa and pas mereka kontekan lagi mereka putus. Sebenarnya kenapa ada hubungan seperti itu? Sangat disayangkan pas inget kalo mereka udah jadian lumayan lama.
Komentar
Posting Komentar